STRUKTUR KURIKULUM

Kegiatan Kurikulum

STRUKTUR KURIKULUM

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran  dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarekan standar kompetensi lulusan.

Struktur kurikulum terdiri atas tiga komponen, yaitu komponen mata pelajaran, muatan local, dan pengembangan diri. Komponen mata pelajaran dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia;
  2. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian;
  3. Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;
  4. Kelompok Mata Pelajaran Estetika; dan
  5. Kelompok Mata Pelajaran Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.

Komponen muatan lokal  dan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum.

Struktur kurikulum ini meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun, yakni mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Struktur  kurikulum disusun berdasarkan SKL, SK dan KD mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Kurikulum ini memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel Struktur Kurikulum.
  2. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal telah ditentukan oleh sekolah, yaitu Bahasa Sunda, Bimbingan Konseling.
  3. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik, kegiatan terstruktur wajib baca, dan kegiatan ekstrakurikuler.
  5. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”.
  6. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Sekolah dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
  7. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
  8. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
  9. Alokasi Waktu Pembelajaran Harian :

No

Hari

Waktu

Kegiatan

1

Senin

07.00 – 07.40

07.40 – 08.05

08.05 – 12.40

12.40 – 13.20

– Upacara Bendera

– Pembiasaan dan Budaya Baca

– Kegiatan Pembelajaran

– Shalat Dzuhur berjama’ah

2

Selasa dan Kamis

07.00 – 07.25

07.25 – 11.55

11.55 – 12.20

12.20 – 13.40

– Pembiasaan dan Budaya Baca

– Kegiatan Pembelajaran

– Shalat Dzuhur berjama’ah

– Kegiatan Pembelajaran

3

Rabu

07.00 – 07.25

07.25 – 12.00

12.00 – 13.00

– Pembiasaan dan Budaya Baca

– Kegiatan Pembelajaran

– Kegiatan kerohanian (Shalat Dzuhur berjama’ah)

4

Jum’at

07.00 – 07.40

07.40 – 08.00

08.00 – 11.00

– Pembiasaan (pembacaan surat Yasin)

– Budaya Baca

– Kegiatan Pembelajaran

5

Sabtu

07.00 – 07.40

07.40 – 10.40

10.40 – 12.00

– Pembiasaan & Budaya baca

– Kegiatan Pembelajaran

– Kegiatan Kerohanian

 

 

 

 

 

Tabel 3.  Struktur Kurikulum SMP Negeri 3 Lakbok

Komponen

Kelas dan Alokasi Waktu

VII

VIII

IX

A. Mata Pelajaran

 

 

 

1.   Pendidikan Agama

2

2

2

2.   Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

3.   Bahasa Indonesia

4

4

4

4.   Bahasa Inggris

4

4

4

5.   Matematika

4

4

4

6.   Ilmu Pengetahuan Alam

4

4

4

7.   Ilmu Pengetahuan Sosial

4

4

4

8.   Seni Budaya

2

2

2

9.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

2

2

10. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

2

B. Muatan Lokal

1.      Bahasa Sunda

2.      Bahasa Arab

3.      PLH

 

2

2

2

 

2

2

2

 

2

2

2

Jumlah

36

36

36

C. Pengembangan Diri

1.      Rutin/terstruktur

a.       Membaca Juzz ‘Amma

b.      Bimbingan Konseling

c.       Upacara Bendera

d.      Shalat Dzuhur berjama’ah

e.       Pembacaan Surat Yasin

f.        Budaya baca (membaca hening)

 

2.      Pilihan

a.       Pramuka (Wajib)

b.      Tenis Meja

c.       Palang Merah Remaja

d.      Bola Voli

e.       Seni Degung

f.        Sepak Bola

g.      Baca Tulis Al Quran

h.      Bina Vokalia

i.        Pencak Silat

j.        Qiro’atil Qur’an

k.      Drumb Band

l.        English Club

m.    Paskibra

n.      Seni lukis

o.      Atletik

p.      Catur

2*

2*

2*

 

 

A.    Muatan Kurikulum

 

Muatan Kurikulum meliputi : mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajar, kriteria ketuntasan belajar, Ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.

Muatan kurikulum SMP meliputi substansi pembelajaran:

  1. Muatan Mata Pelajaran

Muatan Kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 3 tahun. Materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum.

Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu.

Cakupan Kelompok Mata Pelajaran

No

Kelompok

Mata Pelajaran

Cakupan

1

Agama dan Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

2

Kewarganegaraan dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran PKn dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme, bela negara, penghargaan terhadap HAM, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggungjawab sosial, ketaatan hukum, ketaatan membayar pajak dan sikap perilaku anti KKN.  

3

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar IPTEK serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

4

Estetika

Dimaksudkan untuk meningkatkan sensivitas, kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasi keindahan dan harmoni yang mencakup apresiasi dan ekspresi baik dalam kehidupan individu sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup maupun dalam hidup bermasyarakat sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis

5

Jasmani Olahraga dan Kesehatan

Dimaksudkan untuk meningkatkan meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat

 

 

Mata Pelajaran

  1. Pendidikan Agama Agama Islam

Tujuan:

  • memberi wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia;
  • meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa sesuai keyakinan agamanya masing-masing.

 

    1. Pendidikan Kewarganegaraan

Tujuan:

Meningkatklan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

 

    1. Bahasa Indonesia

Tujuan:

Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap Iptek.

 

    1. Bahasa Inggris

Tujuan:

Membina keterampilan berbahasa Inggris dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis untuk menghadapi perkembangan Iptek dalam menyongsong era globalisasi

 

    1. Matematika

Tujuan:

Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar matematika dalam rangka penguasaan Iptek.

 

    1. Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu

Pengintegrasian antara tiga bidang kajian IPA yang meliputi Fisika, Biologi, dan Kimia secara tematik dalam satu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau Team Teaching.

Tujuan:

Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa untuk menguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan Iptek

 

    1. Ilmu Pengetahuan Sosial

Pengintegrasian antara tiga bidang kajian IPA yang meliputi Sejarah, Geografi, Ekonomi dan Sosiologi secara tematik dalam satu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau Team Teaching.

Tujuan:

Memberikan pengetahuan sosio cultural masyarakat yang majemuk, mengembangkan kesadaran hiduyp bermasyarakat, serta memiliki keterampilan hidup secara mandiri.

 

    1. Seni Budaya

Meliputi: Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, dan Seni Teater

Tujuan:

Mengembangkan apresiasi seni, daya kreasi, dan kecintaan pada seni budaya nasional.

 

    1. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Tujuan:

Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran dan keterampilan dalam bidang olahraga, menanamkan rasa sportifitas, tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri pada siswa.

 

    1. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi

Meliputi: Kerajinan, Pemanfaatan teknologi sederhana, Kewirausahaan, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. SMP Negeri 3 Lakbok menyelenggarakan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Tujuan:

Memberikan bekal keterampilan di bidang kerajinan, pemanfaatan teknologi sederhana, kewirausahaan, dan teknologi informatika yang sesuai dengan bakat dan minat siswa.

  1. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan cirri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Muatan local (pendidikan multikultur) merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi kearifan local dalam upaya hidup bersama dalam keanegaragaman budaya, suku, agama, dan menanmkan kecintaan peserta didik terhadap lingkungan sekitar termasuk keunggulan lain sekitar sekolah. Muatan yang dipilih meliputi:

  1. Bahasa Sunda

Tujuan:

Membina keterampilan berbahasa Sunda baik lisan maupun tertulis dalam upaya mempertahankan nilai-nilai budaya Sunda masyarakat setempat dalam wujud komunikasi dan apresiasi sastra.

  1. Bahasa Arab

Tujuan:

Membina keterampilan berbahasa Arab baik lisan maupun tertulis dalam upaya mempertahankan nilai-nilai Islami dalam wujud komunikasi dan apresiasi sastra.

  1. Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)

Tujuan:

Memberi bekal pada siswa tentang Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

  1. Pengembangan Diri (Bimbingan dan Konseling) Dan Ekstrakurikuler

    Pengembangan diri merupakan kegiatan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari struktur kurikulum sekolah yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekpresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Sedangkan tujuan khusus dari kegiatan pengembangan diri adalah untuk menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, kemampuan kehidupan beragama, kemampuan sosial, kemampuan belajar, wawasan dan perencanaan karier, kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian.

Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang lain dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kegiatan social, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.

 

Berdasarkan kondisi objektif sekolah, kegiatan pengembangan diri yang dipilih dan ditetapkan adalah sebagai berikut.

  1. Kegiatan terprogram
  1. Pelayanan Bimbingan dan Konseling

Meliputi pengembangan :

  • Kehidupan pribadi
  • Kemampuan sosial
  • Kemampuan belajar
  • Wawasan dan perencanaan karir
  1. Ekstrakurikuler

Meliputi kegiatan :

  • Kepramukaan

   Tujuan:

  1. Memberi wahana kepada siswa untuk berlatih berorganisasi.
  2. Melatih siswa agar terampil dan mandiri.
  3. Melatih siswa untuk mempertahankan hidup.
  4. Menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah airnya.
  • Tenis Meja

   Tujuan:

  1. Mengembangkan prestasi siswa dalam bidang tenis meja.
  2. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam permainan tenis meja sebagai olahraga prestasi.
  3. Meningkatkan kualitas kesehatan dan sportifitas siswa.

 

  • Bola Voli

   Tujuan:

  1. Mengembangkan minat dan bakat siswa dalam bidang bola voli sebagai olahraga prestasi.
  2. Meningkatkan kesehatan fisik dan mental siswa.
  3. Menumbuhkan sportifitas.
  • Seni Degung

   Tujuan:

  1. Mengembangkan minat dan bakat siswa dalam seni
  2. Menumbuhkan rasa bangga dan cinta pada kesenian daerah, khususnya seni degung.
  • Sepak Bola

   Tujuan:

  1. Mengembangkan bakat, minat, dan prestasi siswa dalam bidang sepak bola.
  2. Meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental siswa.
  • Palang Merah Remaja

   Tujuan:

  1. mengembangkan minat dan bakat di bidang kesehatan
  2. meningkatkan keterampilan dasar-dasar PMR
  • Pencak Silat

   Tujuan:

  1. mengembangkan minat dan bakat serta prestasi Pencak Silat
  2. meningkatkan keterampilan dasar-dasar Pencak Silat.
  • Paskibra

   Tujuan:

  1. mengembangkan minat dan bakat serta prestasi Baris berbaris
  2. meningkatkan keterampilan dasar-dasar

 

  • Bina Vokalia

   Tujuan:

  1. mengembangkan minat, bakat, dan prestasi siswa dalam bidang olah vokal/menyanyi.
  2. meningkatkan daya kreasi, apresiasi, dan kepekaan bidang seni suara.
  • Baca Tulis Qur’an (BTQ)

   Tujuan:

  1. melatih siswa terampil dalam baca Al-Qur’an
  2. melatih siswa terampil dalam menulis Al-Qur’an
  3. mengikutsertakan siswa dalam berbagai kompetisi/lomba MTQ dan Kaligrafi.
  • English Club

   Tujuan:

  1. meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris
  2. meningkatkan prestasi akademik siswa dalam bidang sastra Inggris.
  • Qiro’atil Qur’an

   Tujuan:

  1. melatih siswa terampil dalam baca Al-Qur’an
  2. mengikutsertakan siswa dalam berbagai kompetisi/lomba
  • Drumb Band

   Tujuan:

  1. mengembangkan minat, bakat, dan prestasi siswa dalam bidang seni Drumb Band.
  2. meningkatkan daya kreasi, apresiasi, dan kepekaan bidang seni Drumb Band.

 

 

  • Atletik

   Tujuan:

  1. mengembangkan minat dan bakat serta prestasi Atletik
  2. meningkatkan keterampilan dasar-dasar Atletik.
  • Catur

   Tujuan:

  1. mengembangkan minat dan bakat serta prestasi Catur
  2. meningkatkan keterampilan dasar-dasar Catur.
  • Seni Lukis

   Tujuan:

  1. mengembangkan minat, bakat, dan prestasi siswa dalam bidang seni lukis (batik, poster, ilustrasi).
  2. meningkatkan daya kreasi, apresiasi, dan kepekaan bidang seni lukis (batik, poster, ilustrasi).
  3. Kegiatan tidak terprogram
  • a Kegiatan Rutin

Merupakan kegiatan yang dilakukan terjadwal meliputi :

  • Upacara Bendera

Tujuan:

Meningkatkan kedisiplinan dan rasa cinta tanah air pada diri siswa.

  • Membaca Juzz ‘Amma

      Tujuan:

  1. menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca Al-Qur’an pada siswa.
  2. meningkatkan penguasaan hafalan juzz ‘amma pada siswa.
  • Shalat Dzuhur berjamaah

Tujuan:

Meningkatkan kebiasaan siswa dalam mengaplikasikan dan menerapkan nilai-nilai ajaran agama yang diyakini menuju pembentukan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan secara utuh.

  • Pembacaan Surat Yasin

Tujuan:

Meningkatkan kebiasaan siswa dalam mengaplikasikan dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam surat Yasin dalam kehidupan sehari-hari.

  • b Spontan

Merupakan kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus meliputi :

  • Pembentukan perilaku berjabat tangan dan mengucap salam;
  • Membuang sampah pada tempatnya;
  • c Keteladanan

Merupakan kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari, meliputi :

  • Berpakaian rapi
  • Rajin membaca;
  • Datang tepat waktu;

 

Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Diri

  1. Kegiatan Pengembangan Diri yang bersifat terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu utnuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung konseling serta kegiatan ekstrakurikuler.
  2. Kagiatan Pengembangan Diri dilaksanakan di luar jam pembelajaran (ekstrakurikuler) dibina oleh guru, praktisi, atau alumni yang memiliki kualifikasi yang baik berdasarkan surat keputusan kepala sekolah.

 

 

 

 

  1. Jadwal Kegiatan

No.

Nama Kegiatan

Kelas

Hari

Pukul

1.

Terprogram

a. Membaca Juzz ‘Amma

VII, VIII, IX

Senin s.d. Sabtu

07.00 – 07.10

 

b. Bimbingan Konseling

VII, VIII, IX

Senin s.d. Sabtu

Sesuai jadwal Kegiatan BK

 

c. Upacara Bendera

VII, VIII, IX

Senin

07.00 – 08.00

 

d. Shalat Dzuhur Berjama’ah

VII, VIII, IX

Senin s.d.Kamis dan Sabtu

11.50 – 12.20

 

e. Membaca Surat Yasin

VII, VIII, IX

Jum’at

07.00 – 08.00

 

f. Budaya Baca.

VII, VIII, IX

Sabtu

07.00 – 07.40

 

g. Ulangan Tengah Semester 1 dan 2

VII, VIII, IX

Minggu ke-2 September ’16 dan Maret 2017

Menyesuaikan mata pelajaran harian

 

h. Ulangan Akhir Semester1 dan 2

VII, VIII, IX

Desember  ’16 dan Maret 2017

Menyesuaikan MKKS

 

i. Ujian Sekolah

IX

April 2017

POS US

 

j. Ujian Nasional

IX

Mei 2017

POS UN

2.

Ekstrakurikuler

a. Pramuka

VII, VIII, IX

Jum’at

14.00 – 16.00

 

b. PMR

VII, VIII, IX

Rabu

14.00 – 16.00

 

c. Tenis Meja

VII, VIII, IX

Sabtu

14.00 – 16.00

 

d. Bola Voli

VII, VIII, IX

Rabu-Sabtu

14.00 – 16.00

 

e. Seni Degung

VII, VIII, IX

Sabtu

14.00 – 16.00

 

f. Sepak Bola

VII, VIII, IX

Rabu-Sabtu

14.00 – 16.00

 

g. BTQ

VII, VIII, IX

Rabu

14.00 – 16.00

 

h. Bina Vokalia

VII, VIII, IX

Rabu

14.00 – 16.00

 

i. Pencak Silat

VII, VIII, IX

Senin+Kamis

14.00 – 16.00

 

j. Qiroatil Qur’an

VII, VIII, IX

Sabtu

14.00 – 16.00

 

k. Drumb Band

VII, VIII, IX

Senin

14.00 – 16.00

 

l. English Club

VII, VIII, IX

Sabtu

14.00 – 16.00

 

m. Paskibra

VII, VIII, IX

Rabu

14.00 – 16.00

 

n. Seni Lukis

VII, VIII, IX

Sabtu

14.00 – 16.00

 

o. Catur

VII, VIII, IX

Rabu

14.00 – 16.00

 

p. Atletik

VII, VIII, IX

Kamis

14.00 – 16.00

 

  1. Alokasi Waktu

Pengembangan diri untuk kelas VII dan VIII dialokasikan 2 jam pelajaran (ekuivalen 2 x 40 menit).

Pengembangan diri untuk kelas IX diarahkan pada program pembelajaran intensif dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Nasional.

  1. Penilaian

Penilaian pengembangan diri dilakukan dengan cara observasi dan dilaporkan secara berkala (setiap akhir semester) kepada sekolah dan orang tua dalam bentuk nilai kualitatif deskriptif.

  1. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

Kegiatan tatap muka merupakan kegiatan pembelajaran yang merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Penugasan terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik dan dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian tugas terstruktur ditentukan oleh pendidik. Sedangkan kegiatan mandiri tidak terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran yang dilakukan peserta didik dan dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian kegiatan mandiri tidak terstruktur ditentukan oleh peserta didik sendiri.

Beban belajar ditentukan berdasarkan penggunaan sistem pengelolaan program pendidikan yang berlaku di sekolah pada umumnya saat ini, yaitu menggunakan sistem Paket. Adapun pengaturan beban belajar pada sistem tersebut sebagai berikut.

  1. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.
  2. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah antara 0% – 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
  3. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Untuk kegiatan praktik di sekolah kami, misalnya pada kegiatan praktikum Bahasa Inggris yang berlangsung selama 2 jam pelajaran setara dengan 1 jam pelajaran tatap muka, sesuai yang tertulis pada Struktur Kurikulum SMP Negeri 3 Lakbok.
  4. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar merupakan tingkat ketercapaian kompetensi setelah peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran.

Sedangkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah batas minimal pencapaian kompetensi pada setiap aspek penilaian mata pelajaran yang harus dikuasi peserta didik. KKM ditentukan melalui analisis kerumitan (kompleksitas), tingkat kemampuan rata-rata peserta didik (intake), dan tingkat kemampuan sumber daya dukung sekolah (daya dukung).

Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebagai target pencapaian kompetensi (TPK) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Berikut ini tabel nilai ketuntasan belajar minimal yang menjadi target pencapaian kompetensi (TPK) di SMP 3 Lakbok  yang berlaku saat ini.

No.

Mata Pelajaran

KKM

Keterangan

1

Agama

75

 

2

PKn

75

 

3

B Indonesia

75

 

4

Bahasa Inggris

75

 

5

Matematika

75

 

6

IPA

75

 

7

IPS

75

 

8

Seni Budaya

75

 

9

Penjaskes

75

 

10

K T I K

75

 

Mulok daerah/wajib

11

B Sunda

75

 

Mulok pilihan

12

B Arab

75

 

13

PLH

75

 

 

Peserta didik yang belum dapat mencapai ketuntasan belajar 80% harus mengikuti program perbaikan (remidial) sampai mencapai ketuntasan belajar yang dipersyaratkan (pelaksanaan remidial test maksimal dua kali) dilakukan melalui tes atau penugasan. Siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar 90% sampai dengan 100% dapat mengikuti program pengayaan (enrichment).

Kegiatan perbaikan dan pengayaan dilaksanakan di luar jam tatap muka (sepulang sekolah) dengan jadwal sebagai berikut :

No.

Hari

Kelas VII

Kelas VIII

Kelas IX

1.

Senin

Bahasa Inggris

PPKn

IPS

Pend. Agama

Matematika

Seni Budaya

2.

Selasa

IPS

Pend. Agama

Matematika

Seni Budaya

IPA

Tinkom/Ketr.

3.

Rabu

Matematika

Seni Budaya

IPA

Tinkom/Ketr.

Bhs. Indonesia

Bahasa Jawa

4.

Kamis

IPA

Tinkom/Ketr.

Bhs. Indonesia

Bahasa Jawa

Bahasa Inggris

PPKn

5.

Sabtu

Bhs. Indonesia

Bahasa Jawa

Bahasa Inggris

PPKn

IPS

Pend. Agama

 

  1. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

Nilai adalah pencaiapan hasil belajar peserta didik secara komulatif dalam satu semester, merupakan hasil dari ulangan harian, tugas-tugas, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester yang dirata-ratakan menjadi nilai akhir dari peserta didik atau dengan perhitungan 

Rt UH + UTS +UAS/UKK = NR

                                                            3

  1. Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Peserta didik SMP Negeri 3 Lakbok dinyatakan naik kelas jika telah memenuhi kriteria sebagai berikut :

  • Tuntas pada seluruh SK, dan KD sesuai dengan KTSP;
  • Peserta didik harus mengulang di kelas yang sama bila tidak menuntaskan SK dan KD lebih dari empat mata pelajaran;
  • Ketika mengulang dikelas yang sama, nilai peserta didik untuk semua standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang sudah dicapai pada tahun sebelumnya.
  • Jika karena alasan yang kuat, misalnya karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil, peserta didik yang bersangkutan dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.
  1. Kelulusan

               Dengan mengacu kepada peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia nomor 5 tahun 2015 tentang kriteria kelulusan peserta didik, penyelenggaraan ujian nasional, dan penyelenggaraan ujian sekolah/madrasah/pendidikan kesetaraan pada smp/mts atau yang sederajat dan sma/ma/smk atau yang sederajat. Peserta didik dinyatakan lulus dari SMP Negeri 3 Lakbok setelah memenuhi persyaratan berikut, yaitu:

  • menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  • memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik;
  • lulus ujian sekolah untuk semua mata pelajaran yang ditetapkan oleh Satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai Ujian Sekolah;

 

  1. Pendidikan Budaya dan Karakter

Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter  adalah  berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”. Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.

Karakter mulia berarti individu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib. Individu juga memiliki kesadaran untuk berbuat yang terbaik atau unggul, dan individu juga mampu bertindak sesuai potensi dan kesadarannya tersebut. Karakteristik adalah realisasi perkembangan positif sebagai individu (intelektual, emosional, sosial, etika, dan perilaku).

Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya).

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai “the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development”.  Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan  harus berkarakter.

Berdasarkan kajian nilai-nilai agama, norma-norma sosial, peraturan/hukum, etika akademik, dan prinsip-prinsip HAM, telah teridentifikasi butir-butir nilai yang dikelompokkan menjadi lima nilai utama, yaitu nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan serta kebangsaan. Berikut adalah daftar nilai-nilai utama yang dimaksud dan diskripsi ringkasnya. Di SMP Negeri 3 lakbok  karakter siswa dijabarkan melalaui kegiatan Pembelajaran yang terangkum dalam Silabus dan Rencana Program Pengajaran dimana nilai-nilai karakter yang diinginkan antara lain adalah :

  1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan
  • Religius

Pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya.

 

 

 

  1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri
  • Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain

  • Bertanggung jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME.

  • Bergaya hidup sehat

Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.

  • Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

  • Kerja keras

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan  guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.

  • Percaya diri

Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.

  • Berjiwa wirausaha

Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

  • Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif

Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika  untuk  menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari  apa yang telah dimiliki.

  • Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

  • Ingin tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

  • Cinta ilmu

Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan  yang tinggi terhadap pengetahuan.

 

  1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama
  • Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain

Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain.

  • Patuh pada aturan-aturan sosial

Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan  kepentingan umum.

  • Menghargai karya dan prestasi orang lain

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.

  • Santun

Sifat yang halus dan baik  dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya ke semua orang.

  • Demokratis

Cara berfikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama  hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

  1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan
  • Peduli sosial dan lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

  1. Nilai kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

  • Nasionalis

Cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan  yang tinggi terhadap bahasa,  lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.

  • Menghargai keberagaman

Sikap memberikan respek/ hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk  fisik, sifat, adat, budaya, suku, dan agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *