BELAJAR MENULIS

Kegiatan Kesiswaan

PERSONAL BRANDING

Kebutuhan bersosialisasi dengan orang lain
Setiap prang pasti perlu mengaktualisasikan dirinya dengan berbagai cara.

Kebutuhan mengaktualisasikan diri bisa
dengan Pansos (panjat Sosial), Influencer (pemberi pengaruh) dan Buzzer (orang
yang melakukan suatu kegiatan untuk menaikkan nilai seseorang atau sesuatu )

Kalau seseorang ingin lakukan branding
dirinya maka disebut personal branding.

Jika sebuah sekolah ingin lakukan branding
maka sebutannya menjadi school branding.

 Branding erat artinya dengan pembeda dari
yang sejenis .

 Sebuah sekolah yang sadar branding dia akan
duduk bersama menentukan arah positioning nya di masyarakat.   Sementara jika guru lakukan personal
branding maka ia akan fokus pada apa yg di miliki dibanding kelemahan.

Ditambah dengan peran medsos maka personal
branding guru akan makin cepat.

 Guru sebagai pengajar harus memiliki

Personal Branding.

 Tanpa diminta seorang guru akan menjadi

public figur bagi siswa-siswanya . 
Sehingga sangat perlu sekai untuk menarik perhatian siswanya guru
memiliki brand sebagai  guru kreatif.

Personal branding juga bisa jadi pembeda
antara kita dengan milyaran sosok profesional lainnya di sekitar

 Pentingkah Personal Branding  bagi kita?

 Kebanyakan orang menganggap personal

branding itu terlalu makan waktu dan bahkan sebagian orang bilang, personal
branding itu tidak penting. Memang benar bahwa demi membangun branding diri
Anda, Anda perlu menghabiskan banyak waktu. Namun, anggapan bahwa personal
branding itu tidak penting sebenarnya salah. Mengapa?

Kita tentunya telah melihat bahwa di era
digital ini, tantangan karir/bisnis tak lagi sama . Sebuah bisnis saja
memerlukan website yang meyakinkan audience untuk dapat dipercaya sebagai brand
bagus yang menyediakan produk/jasa yang bagus juga.

 Begitu juga dengan nilai diri kita di mata

para pencari pekerja. Tentunya, mereka akan 
melihat representasi online kita sebagai bahan pertimbangan seleksi
apakah kita layak menjadi kandidat pekerja ataukah tidak. Mereka mungkin saja
melakukan penyaringan tahap awal dengan melihat seluruh profil Anda yang
tersebar secara online.

 Menurut sebuah badan konsultasi karir

CareerBuilder, “Lebih dari setengah atasan/pemilik bisnis tidak mau
memperkerjakan calon-calon kandidat pekerja potensial tanpa representasi online
yang baik”. Selain itu, “Lebih dari separuh konsumen lebih memilih untuk
berbisnis dengan freelancer/perusahaan karena suatu kehadiran online yang kuat
dan positif”.

 Jadi, jika kita  tidak mulai dari sekarang untuk mengelola

reputasi online kita dengan sebaik-baiknya, kemungkinan besar, kita akan secara
berkala kehilangan peluang bisnis maupun karir kita.    Di era digital tantangan-tantangannya bukan
lagi sekadar perkara seberapa mampu Anda menguasai suatu bidang, tapi bagaimana
Anda merepresentasikannya secara global lewat dunia online.

 Apa itu Personal Branding?

 Personal branding adalah bagaimana Anda

membangun dan mempromosikan apa yang Anda perjuangkan. Mungkin Anda lebih
sering mendengar penggunaan istilah brand pada merek-merek ternama semacam
Apple, Samsung atau Toyota.

 Namun brand activation/ aktivasi brand bisa

Anda terapkan juga pada diri Anda. Personal branding merupakan kombinasi unik
dari keterampilan dan pengalaman yang menjadikan Anda sebagai sosok yang
sekarang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *